Senin, 12 November 2007

Jalanan


Jalan di Samarinda....ada yang mulus..... ada yang bolong-bolong
Nah kalau yang bolong-bolong....ada airnya....dan berlumpur ("licak" kata orang banjar Banjar).
Tidak mengerti juga mengapa jalan-jalan Samarinda bolong-bolong. Padahal pasti anggarannya yang kualitas "NO 1". Dulu ada yang bilang hal tersebut karena tanah di Samarinda (Kaltim) tanahnya labil. Menurut saya dari dulu sudah labil....kok sampai sekarang tidak bisa mengatasi labilnya tanah ? Padahal orang-orang yang dibidang itu pintar-pintar.
Satu lagi....pernah perhatikan jalan di jl.Merak dan Dr. Sutomo (di Samarinda) ? Kok ada bagian yang tinggi rendah aspalnya. Tidak mungkin kan di jalan itu ada "bahu jalan".
Pada gambar ini (disuatu jalan di Samarinda) adalah contoh jalan yang ada "bahu jalan" yang aneh karena sudah ada bahu jalan. Intinya adalah yang mengaspal jalan, aspal baru tidak sama lebar dengan aspal yang lama. Seharusnya sama atau bahkan aspal baru lebih lebar sebagai bentuk untuk melakukan pelebaran jalan, bukan sebaliknya. Jalanan sebagai bagian dari transportasi utama sudah seharusnya semakin lebar, dan bukannya menjadi lebih sempit.